Menabung, Bukan Menimbun Harta!
Menabung, adalah kegiatan yang sangat penting dalam mengelola keuangan pribadi. Namun, terkadang banyak orang malah cenderung lebih suka menimbun atau mengumpulkan harta daripada menabung. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa menabung lebih baik daripada hanya menimbun harta, dan kita akan mengutip beberapa sumber yang dapat dipercaya.
Istilah‘menabung’ di dalam Islam mengandung makna yang sangat luas. Menabung bukan hanya terpaku pada mengumpulkan uang saja, namun mencakup keefektifan seseorang dalam mengelola pengeluaran harta yang dimilikinya. Rezeki yang bermanfaat adalah yang terus ada dan mencukupi kebutuhan, walaupun jumlahnya sedikit dan terbatas. Rasulllah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
أحب الأعمال إلى الله: أدومها وإن قل
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling konsisten, meskipun sedikit.” (HR. Bukhari no. 6464 dan Muslim no. 783) Rezeki yang tak terputus tak akan terwujud bagi mereka yang boros di dalam mengeluarkan harta, menyia-nyiakan kesehatannya, dan masa mudanya. Sungguh pemborosan termasuk salah satu cobaan yang paling berat serta merupakan sumber keburukan dan permasalahan. Allah Ta’ala telah begitu keras melarang manusia dari pemborosan.
Selain itu, menabung juga membantu menciptakan kestabilan finansial di masa depan. Tabungan yang terus bertambah akan membantu Anda mencapai tujuan-tujuan finansial seperti membeli rumah, pendidikan anak, atau bahkan merencanakan pensiun. Jadi, menabung bukan hanya mempersiapkan untuk kebutuhan mendesak saat ini tetapi juga memberikan jaminan keamanan finansial untuk masa depan.
Dalam ajaran Islam, menabung adalah salah satu upaya berjaga-jaga, di samping juga sebagai bagian dari proses pengelolaan keuangan rumah tangga. Dengan menabung, artinya kita memiliki perspektif waktu jauh ke depan. Kita tidak melihat pengeluaran dalam kacamata jangka pendek saja, melainkan sudah membuat perkiraan apa-apa saja yang harus dikeluarkan pada masa mendatang, karenanya perlu dipersiapkan sejak sekarang. Yaitu dengan cara menabung.
Sementara itu, syariat Islam melarang keras sifat kikir dan pelit dalam mengeluarkan harta, melarang juga dari menimbun harta, karena perbuatan-perbuatan itu mengandung sifat ketidakpedulian dan menelantarkan hak-hak orang-orang yang tidak mampu. Allah Ta’ala mengancam perbuatan ini,
وَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙفَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ * يَّوْمَ يُحْمٰى عَلَيْهَا فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوٰى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوْبُهُمْ وَظُهُوْرُهُمْۗ هٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ
“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih. (Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung, dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.’” (QS. At-Taubah: 34-35)
Menabung sangat bermanfaat bagi kehidupan, diantaranya;
1. Mengurangi Beban Hutang: Dengan adanya tabungan, Anda dapat mengatasi keadaan darurat tanpa harus tergantung pada hutang. Ini akan membantu Anda mengurangi stres dan tekanan finansial yang bisa timbul akibat utang.
2. Membentuk Disiplin Finansial: Menabung memerlukan disiplin dan pengelolaan keuangan yang baik. Dengan konsisten menabung, Anda akan mengembangkan kebiasaan yang lebih baik dalam mengatur pengeluaran dan pendapatan.
3. Pendanaan Investasi: Tabungan bisa dijadikan modal awal untuk berinvestasi. Investasi yang tepat akan membantu mengembangkan aset dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
4. Meminimalisir Risiko: Kehidupan penuh ketidakpastian. Menabung membantu mengurangi risiko finansial yang mungkin terjadi akibat perubahan situasi ekonomi atau keadaan tak terduga lainnya. Menabung adalah menyisihkan harta kita untuk mempersiapkan suatu pengeluaran penting pada masa mendatang, sehingga pada saatnya tiba telah tersedia dana yang memadai.
Menabung adalah bagian dari pengendalian diri. Dengan menabung, artinya kita tidak terbawa hawa nafsu untuk memenuhi pemenuhan kepuasan sekarang atau jangka pendek, melainkan mengendalikan pemenuhan keinginan kita untuk dapat memenuhi kebutuhan masa yang akan datang yang jauh lebih penting.
Sumber : https://www.depokpos.com/2023/07/menabung-bukan-menimbun-harta/3/
Literasi lainnya
Program Ekonomi Syariah Didorong Masuk Dalam Penganggaran Pembangunan Daerah
DIGITALISASI KEUANGAN SOSIAL SYARIAH UNTUK PERKUAT EKSYAR
Produk Pada Bank Syariah
Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional
Apa itu Akad Wadiah??
Sumber Dana Bank Syariah
Musyarakah (Pengertian, Hukum, Rukun, Syarat, Jenis dan Ketentuan Pembiayaan)
Bagikan :
Facebook
Twitter
LinkedIn
lokasi kantor
bprs al hijrah amanah
-
Jl. Proklamasi No.25, Depok II Timur, Kel. Abadijaya, Kec. Sukmajaya Kota Depok, Jawa Barat 16411
kontak
-
(021) 7782-6709 -
alhijrahamanah@bprsaha.co.id
jejaring sosial
Jam OPERASIONAL
|
Buka |
08:00 – 17:00 |
|
Kas |
08:00 – 15:00 |
|
Istirahat |
12:00 – 13:00 |
Hari Libur ; Sabtu, Ahad, dan Hari Libur Nasional
Jam shalat
|
Subuh |
04:34 |
|
Zuhur |
11:50 |
|
Ashar |
15:12 |
|
Maghrib |
17:44 |
|
Isya |
18:58 |
Jam shalat
|
Subuh |
04:34 |
|
Zuhur |
11:50 |
|
Ashar |
15:12 |
|
Maghrib |
17:44 |
|
Isya |
18:58 |










Leave a Reply